Studi ini (JFIOnline, Januari 2025) mensintesis dua senyawa: senyawa 1 (2'-hidroksicalkon, rendemen 21,11%, kemurnian HPLC 99,76%) via kondensasi Claisen-Schmidt, dan senyawa 2 (flavonol dimetoksi, rendemen 66,84%, kemurnian 100%) via reaksi Algar-Flynn-Oyamada dengan magnetic stirrer . Docking MOE 2022.02 (AMBER10-EHT, triangle matcher) terhadap NS2B-NS3 DENV-2 (PDB 2FOM, 1,50 Γ ) memberikan hasil berikut :
Interpretasi penulis: senyawa 2 berikatan dengan ketiga residu triad katalitik (His51 pi-pi stacked, Ser135 van der Waals, Asp75 pi-anion) dan membentuk ikatan hidrogen dengan Gly153, sedangkan senyawa 1 tidak membentuk ikatan hidrogen dengan triad katalitik namun tetap lebih negatif energinya daripada panduratin A . Perbedaan energi antar ketiga ligan sangat kecil (rentang hanya 0,22 kcal/mol) β jauh di bawah ketidakpastian tipikal fungsi scoring docking, sehingga klaim bahwa senyawa 2 'lebih baik' secara praktis tidak dapat dibedakan dari pembanding hanya dari nilai ini (inferensi BGPT).
Kesimpulan potensi inhibitor murni in silico. Penulis sendiri mengakui evaluasi in vitro diperlukan . Blindspot utama (berdasarkan catatan studi): hanya satu konformasi reseptor (2FOM), satu metode docking tanpa validasi silang atau redocking kontrol independen selain panduratin A, tidak ada uji sitotoksisitas/selektivitas, dan tidak ada validasi in vitro/in vivo. Kriteria falsifikasi yang tepat: pengukuran enzimatik in vitro yang menunjukkan senyawa 2 tidak menghambat protease NS2B-NS3 pada konsentrasi relevan . Pendanaan dari Ditjen Pendidikan Vokasi (Hibah PKDN 2024); penulis menyatakan tidak ada konflik kepentingan . Nilai docking dengan perbedaan <0,3 kcal/mol sebaiknya diperlakukan sebagai ekuivalen; nilai prediktif nyata hanya dapat ditetapkan dengan uji IC50 enzimatik.